PENGARUH GADGET TERHADAP
PERKEMBANGAN ANAK
Assalamu’alaikum.. pada kesempatan
kali ini saya akan menulis artikel mengenai permasalahan gadget yang dialami
keponakan saya pada beberapa bulan yang lalu.
Gadget adalah sebuah istilah yang
berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang
memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat
elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget
selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia
menjadi lebih praktis.
Dengan terlalu membebaskan anak
dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu
dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting.
Misalnya kita dapat mengatasi dengan
memilihkan jenis hp yang sesuai dengan usia si anak, sebagai pengenalan gadget
bentuk, warna, suara jangan sampai memberikan kesempatan bermain terlalu
berlebih pada usia anak-anak. Pada usia anak-anak harus bebas bergerak,
berlari, berteriak dll. Membatasi waktu pemakaiannya pada saat senggang saja 15
menit agar tetap menjalin interaksi dengan orang lain. Saat usia pra remaja
pastilah mulai harus menggali informasi dari lingkungan jadi orang tua bolehlah
mengizinkan untuk selama sabtu dan minggu buat browsing selama satu jam saja.
Ya orang tua harus menerapkan kedisiplinan agar tidak kecanduan gadget.
Hindarilah penyalahgunaan gadget
yang biasa terjadi karena kelalaian orang tua kurang mengontrol penggunaan
gadget pada anaknya saat kecil. Tetapi jangan lupa beradaptasi dengan zaman
agar tidak kalah canggih dengan teman-teman yang lain asalkan tetap membatasi
penggunaan gadget tersebut sesuai dengan manfaatnya.
Sekarang
ini mayoritas pelajar tingkat SD dan SMP di Indonesia saat ini tengah mengalami
krisis moral besar-besaran. Para pelajar kita menjadi korban danpak negatif
gadget dan arus globalisasi. Palajar kini tak lagi segan menggunakan gadgetnya
untuk mengakses konten-konten dewasa (porno), lebih parahnya lagi mereka justru
mengaplikasikan konten dewasa dari dunia maya tersebut dalam kehidupan nyata.
Tontonan sinetron tak mendidik yang cenderung menjual gaya hidup glamor serta
umbar kemesraan juga mempengaruhi tergerusnya moral pelajar dan remaja kita.
Gadget
yang digunakan remaja saat ini juga mengikuti gengsi ataupun trend model
terbaru selalu diikuti demi untuk terlihat begitu wah didepan teman yang lain
dengan gadget yang dibawanya. Selalu menjadi konsumen yang mengikuti gaya hidup
mewah.
Pengalaman
saya sendiri mempunyai keponakan yang masih imut dan lucu, keponakan saya ini
berusia sekitar enam tahunan kelas TK dia dari keluarga yang mampu dan
berkecukupan apa yang dia minta selalu diberikan.
Alhamdulillahnya
dia anaknya pandai terdidik oleh orang tuanya selalu diberi perhatian yang
khusus. Dia diwaktu senggang selalu bermain dengan gadget sampai lupa waktu
untuk tidur siang, baru orang tuanya yang mengingatkannya. Ayah dan Ibu dia
sebenarnya juga sibuk dengan pekerjaannya tetapi selalu menyempatkan waktu
luang demi sang anak.
Keponakan
saya ini tinggalnya dikota selalu sibuk bermain dengan gadget milik orang
tuanya ketika tidak dipakai orang tuanya bekerja. Sampai dia lupa harus bermain
dengan teman-teman rumahnya dan terkadang juga kurang interaksi dengan kerabat
yang seusia dia. Terkadang juga mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar,
mengesampingkan makan dan mandi juga.
Ketika
berkunjung ke rumah saudara yang ada di desa dia lagi-lagi juga disibukkan
dengan bermain gadget sampai saya panggil saja tidak menolehkan kepalanya malah
sibuk dengan permainan yang sedang dilakukan. Sebenarnya dia juga suka jika
diajak berkunjung silaturahmi ke kerabat yang bertempat tinggal di desa, karena
disana bebas bermain dengan alam. Mudahnya disebut menyentuh tanah tanpa ada
yang menghalangi. Jadi dia masih menikmati permainan menyentuh tanah istilah
jawanya seperti “bak sodor” . Jika dia mulai main gadgetnya lagi dia diajak
mancing ikan di halaman depan rumah untuk mengurangi kecenderungan menggunakan
gadget secara berlebihan dan agar dapat berinteraksi dengan alam serta orang
disekitar. Agar interaksi anak dengan masyarakat tidak berkurang bahkan semakin
luntur.
Terkadang
dia jika diajak bermain dengan temannya malah asyik sendiri dengan gadgetnya.
Terkadang juga orang tuanya malah membiarkan hal itu terjadi ataupun
dikarenakan orang tua kurang memahami betapa pentingnya sebuah interaksi dengan
sesama teman maupun orang lain disekitar kita. Jika disuruh mamanya untuk
mengambilkan tas yang ada di ruang tamu dia malah enakkan mainan games dan
berkata menolak perintah mamanya.
Akibatnya
dia itu jika kebanyakan mainan gadget dia tidak akan mengenal permainan-permainan
kuno yang dia tahu itu hanya permainan modern, bisa jadi dia akan malas menulis
dan membaca dikarenakan tampilan yang ada di gadget dan di buku masih menarikan
yang ada di gadget seperti warna maupun tampilannya. Dia juga akan mengalami penurunan
dalam kemampuan bersosialisasi, tidak peduli lingkungan sekitar serta tidak
memahami etika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lebihnya tidak bisa
menghormati orang yang lebih tua. Dia selalu ingin mendapatkan sesuatu dengan
cepat tanpa melihat prosesnya. Padahal untuk meraih sukses harus dengan
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dikarenakan dia terbiasa mendapatkan
pemahaman melalui gadget yang harus segera ada dan terwujud tanpa proses yang
antri.
Karena
gadget mepunyai sisi negatif dan positif jadi kita harus pandai-pandai
memanfaatkannya sebaik mungkin jangan sampai kita terbawa arus yang negatif. Semoga
artikel yang saya tulis bermanfaat, ada kurangnya mohon maaf. Wallahul muwafiq
ila aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar