Rabu, 19 Oktober 2016

Pengaruh Gadget

            PENGARUH GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

            Assalamu’alaikum.. pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel mengenai permasalahan gadget yang dialami keponakan saya pada beberapa bulan yang lalu.
            Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

            Dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting.
            Misalnya kita dapat mengatasi dengan memilihkan jenis hp yang sesuai dengan usia si anak, sebagai pengenalan gadget bentuk, warna, suara jangan sampai memberikan kesempatan bermain terlalu berlebih pada usia anak-anak. Pada usia anak-anak harus bebas bergerak, berlari, berteriak dll. Membatasi waktu pemakaiannya pada saat senggang saja 15 menit agar tetap menjalin interaksi dengan orang lain. Saat usia pra remaja pastilah mulai harus menggali informasi dari lingkungan jadi orang tua bolehlah mengizinkan untuk selama sabtu dan minggu buat browsing selama satu jam saja. Ya orang tua harus menerapkan kedisiplinan agar tidak kecanduan gadget.
            Hindarilah penyalahgunaan gadget yang biasa terjadi karena kelalaian orang tua kurang mengontrol penggunaan gadget pada anaknya saat kecil. Tetapi jangan lupa beradaptasi dengan zaman agar tidak kalah canggih dengan teman-teman yang lain asalkan tetap membatasi penggunaan gadget tersebut sesuai dengan manfaatnya.
            Sekarang ini mayoritas pelajar tingkat SD dan SMP di Indonesia saat ini tengah mengalami krisis moral besar-besaran. Para pelajar kita menjadi korban danpak negatif gadget dan arus globalisasi. Palajar kini tak lagi segan menggunakan gadgetnya untuk mengakses konten-konten dewasa (porno), lebih parahnya lagi mereka justru mengaplikasikan konten dewasa dari dunia maya tersebut dalam kehidupan nyata. Tontonan sinetron tak mendidik yang cenderung menjual gaya hidup glamor serta umbar kemesraan juga mempengaruhi tergerusnya moral pelajar dan remaja kita.
            Gadget yang digunakan remaja saat ini juga mengikuti gengsi ataupun trend model terbaru selalu diikuti demi untuk terlihat begitu wah didepan teman yang lain dengan gadget yang dibawanya. Selalu menjadi konsumen yang mengikuti gaya hidup mewah.
            Pengalaman saya sendiri mempunyai keponakan yang masih imut dan lucu, keponakan saya ini berusia sekitar enam tahunan kelas TK dia dari keluarga yang mampu dan berkecukupan apa yang dia minta selalu diberikan.
            Alhamdulillahnya dia anaknya pandai terdidik oleh orang tuanya selalu diberi perhatian yang khusus. Dia diwaktu senggang selalu bermain dengan gadget sampai lupa waktu untuk tidur siang, baru orang tuanya yang mengingatkannya. Ayah dan Ibu dia sebenarnya juga sibuk dengan pekerjaannya tetapi selalu menyempatkan waktu luang demi sang anak.
            Keponakan saya ini tinggalnya dikota selalu sibuk bermain dengan gadget milik orang tuanya ketika tidak dipakai orang tuanya bekerja. Sampai dia lupa harus bermain dengan teman-teman rumahnya dan terkadang juga kurang interaksi dengan kerabat yang seusia dia. Terkadang juga mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar, mengesampingkan makan dan mandi juga.
            Ketika berkunjung ke rumah saudara yang ada di desa dia lagi-lagi juga disibukkan dengan bermain gadget sampai saya panggil saja tidak menolehkan kepalanya malah sibuk dengan permainan yang sedang dilakukan. Sebenarnya dia juga suka jika diajak berkunjung silaturahmi ke kerabat yang bertempat tinggal di desa, karena disana bebas bermain dengan alam. Mudahnya disebut menyentuh tanah tanpa ada yang menghalangi. Jadi dia masih menikmati permainan menyentuh tanah istilah jawanya seperti “bak sodor” . Jika dia mulai main gadgetnya lagi dia diajak mancing ikan di halaman depan rumah untuk mengurangi kecenderungan menggunakan gadget secara berlebihan dan agar dapat berinteraksi dengan alam serta orang disekitar. Agar interaksi anak dengan masyarakat tidak berkurang bahkan semakin luntur.
            Terkadang dia jika diajak bermain dengan temannya malah asyik sendiri dengan gadgetnya. Terkadang juga orang tuanya malah membiarkan hal itu terjadi ataupun dikarenakan orang tua kurang memahami betapa pentingnya sebuah interaksi dengan sesama teman maupun orang lain disekitar kita. Jika disuruh mamanya untuk mengambilkan tas yang ada di ruang tamu dia malah enakkan mainan games dan berkata menolak  perintah mamanya.
            Akibatnya dia itu jika kebanyakan mainan gadget dia tidak akan mengenal permainan-permainan kuno yang dia tahu itu hanya permainan modern, bisa jadi dia akan malas menulis dan membaca dikarenakan tampilan yang ada di gadget dan di buku masih menarikan yang ada di gadget seperti warna maupun tampilannya. Dia juga akan mengalami penurunan dalam kemampuan bersosialisasi, tidak peduli lingkungan sekitar serta tidak memahami etika bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lebihnya tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Dia selalu ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa melihat prosesnya. Padahal untuk meraih sukses harus dengan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dikarenakan dia terbiasa mendapatkan pemahaman melalui gadget yang harus segera ada dan terwujud tanpa proses yang antri.
            Karena gadget mepunyai sisi negatif dan positif jadi kita harus pandai-pandai memanfaatkannya sebaik mungkin jangan sampai kita terbawa arus yang negatif. Semoga artikel yang saya tulis bermanfaat, ada kurangnya mohon maaf. Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq. Wassalamu’alaikum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar