Pelapisan Sosial di Masyarakat
Assalamu’alaikum
saya akan menulis sebuah artikel sedikit mengenai terjadinya pembentukan
pelapisan sosial ini sangat beragam, tergantung dengan kondisi yang ada.
Biasanya pelapisan sosial berlangsung sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu
sendiri. Misalnya karena latar belakang usia, para lansia akan lebih mudah
berkomunikasi dengan lansia.Tetapi da pula pelapisan yang biasanya dilakukan
untuk mengejar suatu tujuan bersama. Dan dalam sistem ini telah ditemukan siapa
pemegang kekuasaan, dll. Contohnya OSIS disekolah, organisasi sengaja dibentuk
untuk mengatu segala sesuatu yang akan dilaksanakan disekolah.
Sesuatu
yang dihargai dalam lapisan keilmuan pada acara seminar misalnya dari yang
paling tinggi jabatannya yaitu Guru besar pasti akan lebih dimuliakan terlebih
dahulu lalu Rektor pasti duduk diurutan kursi pertama atau paling depan tidak
mungkin jika duduk dibelakang sendiri, lalu dilanjut Dekan, Kajur, Dosen juga
dimuliakan tempat duduknya hanya saja mungkin kursinya ada yang dibedakan. Jika
seorang rektor berhalangan untuk hadir pada acara inti pasti ada yang mewakili
yaitu wakil rektor, tempat duduk pun juga diatur di depan. Sedangkan untuk
mahasiswa posisi duduknya dibelakang untuk membedakan mana yang mahasiswa dan
mana yang tamu undangan maupun dosen. tetapi juga ada tamu undangan yang
duduknya dikhususkan didibelakang dari kursi yang diutamakan. Seperti halnya
dalam memberikan suguhan atau hidangan ya pasti jelas berbeda dengan yang
mempunyai jabatan misalnya untuk mahasiswa hanya satu kotak roti, untuk rektor,
dekan, dosen tamu undangan mendapat dua kotak roti.
Dalam
acara seminar tersebut pastilah ada pihak atau narasumber yang diundang untuk
mengisi materi tersebut nah disitu juga sudah berbeda cara menjamu tamunya.
kalau acara sudah selesai dijamu dengan makan bersama para dosen setelah itu
pulangnya diberikan bingkisan.
Pentingnya
pelapisan sosial itu, supaya masyarakat bisa menjaga hubungan yang harmonis
dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang positif. Tetapi ada juga
pelapisan sosial yang dapat mengakibatkan atau mempengaruhi tindakan warga
masyarakat dalam interaksi sosialnya. Kelas sosial mempunyai arti yang relatif
lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas
kriteria ekonomi. jadi sekelompok orang yang menempati lapisan sosial
berdasarkan kriteria ekonomi. Seperti pemikiran Karl Marx ada golongan borjuis atau
kapital yang hanya mempunyai modal dan golongan proletar hanya punya tenaga dan
tidak memiliki apa yang dimiliki oleh kaum borjuis. Dalam golongan ini adalah
pembela setia kaum kapitalis (borjuis).
Dalam
masyarakat tertentu seperti pesantren itu cara menghargainya juga berbeda.
Putra dari Umik pengasuh pondok yang masih kecil sendiripun diberlakukan lebih
dihormati ketimbang santri yang lebih tua darinya. karena termasuk sebagian
dari adab santri untuk memuliakan seorang guru salah satunya dengan menghormati
putra-putra beliau dan kepada saudara maupun kerabatnya. Jadi tak heran jika
masih kecil juga sudah dipanggil dengan panggilan neng ataupun gus.
Senakal-nakal apapun putranya juga tetap dihormati. Kerabat yang datang dari
jauh maupun dekat juga di muliakan. Sampai-sampai mobil kendaraan yang
digunakan pengasuh pondok yang di dalamnya tidak hanya qodamnya ketika lewat di
depan gerbang semua santri turut berhenti dari jalannya masing-masing demi
hormat kepada kendaraan yang dimiliki oleh pengasuh pesantren.
Ada
santri yang ikut di ndalem pak kyai mengabdi secara penuh sampai rela tidak
pulang beberapa tahun demi sang guru. Ketika sudah mencapai waktunya akan
menikah, santri tersebut di pilihkan jodohnya oleh orang tuanya untuk memilih
seseorang hanya karena untuk meningkatkan derajat yang lebih tinggi karena dari
keluarga yang mampu. Dianjurkan memilih seseorang yang pandai, bagus tapi tidak
sholat apa memilih seseorang yang pandai, juga sholat maka pilihlah yang pandai
dan menjalankan sembahyang (nasehat dari sang guru). karena jika memilih yang
ganteng, pandai tapi tidak sholat dan malah dia berbicara sembahyang bisa
dilakukan sedikit-sedikit dengan berjalan. kalau bisa tidak perlu dipilih
karena kewajiban haruslah nomor satu jangan diduakan. Pihak orang tua dari yang
kurang mampu tersebut hanya terdiam ketika putranya di nasehati pak kyai, ikutilah
nasehat guru yang membenarkan dijalan yang benar. Sudah dicarikan oleh pak
kyainya jodoh terbaik buat putra dari keluarga kurang mampu tersebut dengan
santrinya yang sama-sama belajar Al-qur’an kepada beliau yang sampai saat ini
sudah sama-sama khatamnya. Walaupun pilihan santri dari Kyai tersebut juga dari
kalangan menengah akhirnya orang tua kedua belah pihak telah menyetujuinya
sampai terlaksana kejenjang pernikahan, kedua santri tersebut dipertemukan
mereka bahagia barsamanya. Dan pada suatu saat mereka malah lebih di hormati
dan terpandang di kalangan masyarakatnya karena mempunyai ilmu dan akhlak yang
mulia serta alhamdulillah telah tercukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Meski
dulunya dari kalangan menengah yang tidak mempunyai jabatan apapun.
`Contoh
lain ada seorang kira-kira berusia 55 tahun beliau jika sedang naik sepeda dan
yang melewati orang yang sedang duduk di depan rumah selalu turun dari
sepedanya dan selalu menyapa dengan santun terhadap orang yang sedang duduk itu
tadi. Beliau tidak peduli yang disapanya tadi orang kaya maupun kalangan bawah
tetap sama akan diperlakukan seperti itu. Dan satu tahun yang lalu beliau
meninggal dunia. Karena akhlaknya yang sopan beliau dikenang masyarakat
setempat.
Contoh
lainnya pada saat mendekati hari raya pasti akan banyak masyarakat yang berasal
dari perantauan untuk pulang kembali ke kampung halaman setelah lama tinggal di
perantauan ingin membeli transportasi yang lebih bagus dari yang ia punya
sebelumnya. Mereka mengikuti tren dan gaya baru seiring berkembangnya sector
industri dan teknologi transportasi terjadi perubahan juga dari “kebutuhan”
menjadi “gaya hidup”. Seseorang enggan menggunakan angkutan kota dan lebih
memilih berkendara sendiri dengan kendaraan pribadi karena lebih efisien dapat
sampai ditempat tujuan tanpa harus berganti kendaraan. Selain itu kendaraan
pribadi pasti akan memberi nilai lebih bagi pemiliknya. Mereka yang mempunyai
kendaraan lebih bagus atau mewah dari pada yang lain maka akan berkedudukan
diatas yang lainnya yang tidak mempunyai kendaraan yang lebih mewah darinya.
Mewah tidaknya kendaraan dan banyaknya kendraan pribadi yang dimiliki
menempatkan pemiliknya pada status sosial yang lebih tinggi.
Terkadang
masyarakat masih ada juga yang menganggap tamu datang kerumah menggunakan
pakaian mencolok dan bergaya menggunakan kendaraan mewah disambut dengan sapaan
hangat, ada kalanya seorang seorang tamu yang datang kerumah menggunakan baju
sederhana dan hanya berjalan kaki saja tidak diperlakukan sama alias tidak
disapa dengan ramah.
Sekian
berbagai contoh pelapisan sosial yang saya jumpai apabila ada salah kata maupun
kekurangan saya pribadi mohon maaf wallahul muwafiq ila aqwamith thariq
wassalamu’alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar