Rabu, 12 Oktober 2016

Pelapisan Sosial di Masyarakat

Pelapisan Sosial di Masyarakat
            Assalamu’alaikum saya akan menulis sebuah artikel sedikit mengenai terjadinya pembentukan pelapisan sosial ini sangat beragam, tergantung dengan kondisi yang ada. Biasanya pelapisan sosial berlangsung sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Misalnya karena latar belakang usia, para lansia akan lebih mudah berkomunikasi dengan lansia.Tetapi da pula pelapisan yang biasanya dilakukan untuk mengejar suatu tujuan bersama. Dan dalam sistem ini telah ditemukan siapa pemegang kekuasaan, dll. Contohnya OSIS disekolah, organisasi sengaja dibentuk untuk mengatu segala sesuatu yang akan dilaksanakan disekolah.
            Sesuatu yang dihargai dalam lapisan keilmuan pada acara seminar misalnya dari yang paling tinggi jabatannya yaitu Guru besar pasti akan lebih dimuliakan terlebih dahulu lalu Rektor pasti duduk diurutan kursi pertama atau paling depan tidak mungkin jika duduk dibelakang sendiri, lalu dilanjut Dekan, Kajur, Dosen juga dimuliakan tempat duduknya hanya saja mungkin kursinya ada yang dibedakan. Jika seorang rektor berhalangan untuk hadir pada acara inti pasti ada yang mewakili yaitu wakil rektor, tempat duduk pun juga diatur di depan. Sedangkan untuk mahasiswa posisi duduknya dibelakang untuk membedakan mana yang mahasiswa dan mana yang tamu undangan maupun dosen. tetapi juga ada tamu undangan yang duduknya dikhususkan didibelakang dari kursi yang diutamakan. Seperti halnya dalam memberikan suguhan atau hidangan ya pasti jelas berbeda dengan yang mempunyai jabatan misalnya untuk mahasiswa hanya satu kotak roti, untuk rektor, dekan, dosen tamu undangan mendapat dua kotak roti.
            Dalam acara seminar tersebut pastilah ada pihak atau narasumber yang diundang untuk mengisi materi tersebut nah disitu juga sudah berbeda cara menjamu tamunya. kalau acara sudah selesai dijamu dengan makan bersama para dosen setelah itu pulangnya diberikan bingkisan.
            Pentingnya pelapisan sosial itu, supaya masyarakat bisa menjaga hubungan yang harmonis dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang positif. Tetapi ada juga pelapisan sosial yang dapat mengakibatkan atau mempengaruhi tindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Kelas sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi. jadi sekelompok orang yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi. Seperti pemikiran Karl Marx ada golongan borjuis atau kapital yang hanya mempunyai modal dan golongan proletar hanya punya tenaga dan tidak memiliki apa yang dimiliki oleh kaum borjuis. Dalam golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis (borjuis).

            Dalam masyarakat tertentu seperti pesantren itu cara menghargainya juga berbeda. Putra dari Umik pengasuh pondok yang masih kecil sendiripun diberlakukan lebih dihormati ketimbang santri yang lebih tua darinya. karena termasuk sebagian dari adab santri untuk memuliakan seorang guru salah satunya dengan menghormati putra-putra beliau dan kepada saudara maupun kerabatnya. Jadi tak heran jika masih kecil juga sudah dipanggil dengan panggilan neng ataupun gus. Senakal-nakal apapun putranya juga tetap dihormati. Kerabat yang datang dari jauh maupun dekat juga di muliakan. Sampai-sampai mobil kendaraan yang digunakan pengasuh pondok yang di dalamnya tidak hanya qodamnya ketika lewat di depan gerbang semua santri turut berhenti dari jalannya masing-masing demi hormat kepada kendaraan yang dimiliki oleh pengasuh pesantren.
            Ada santri yang ikut di ndalem pak kyai mengabdi secara penuh sampai rela tidak pulang beberapa tahun demi sang guru. Ketika sudah mencapai waktunya akan menikah, santri tersebut di pilihkan jodohnya oleh orang tuanya untuk memilih seseorang hanya karena untuk meningkatkan derajat yang lebih tinggi karena dari keluarga yang mampu. Dianjurkan memilih seseorang yang pandai, bagus tapi tidak sholat apa memilih seseorang yang pandai, juga sholat maka pilihlah yang pandai dan menjalankan sembahyang (nasehat dari sang guru). karena jika memilih yang ganteng, pandai tapi tidak sholat dan malah dia berbicara sembahyang bisa dilakukan sedikit-sedikit dengan berjalan. kalau bisa tidak perlu dipilih karena kewajiban haruslah nomor satu jangan diduakan. Pihak orang tua dari yang kurang mampu tersebut hanya terdiam ketika putranya di nasehati pak kyai, ikutilah nasehat guru yang membenarkan dijalan yang benar. Sudah dicarikan oleh pak kyainya jodoh terbaik buat putra dari keluarga kurang mampu tersebut dengan santrinya yang sama-sama belajar Al-qur’an kepada beliau yang sampai saat ini sudah sama-sama khatamnya. Walaupun pilihan santri dari Kyai tersebut juga dari kalangan menengah akhirnya orang tua kedua belah pihak telah menyetujuinya sampai terlaksana kejenjang pernikahan, kedua santri tersebut dipertemukan mereka bahagia barsamanya. Dan pada suatu saat mereka malah lebih di hormati dan terpandang di kalangan masyarakatnya karena mempunyai ilmu dan akhlak yang mulia serta alhamdulillah telah tercukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Meski dulunya dari kalangan menengah yang tidak mempunyai jabatan apapun.
            `Contoh lain ada seorang kira-kira berusia 55 tahun beliau jika sedang naik sepeda dan yang melewati orang yang sedang duduk di depan rumah selalu turun dari sepedanya dan selalu menyapa dengan santun terhadap orang yang sedang duduk itu tadi. Beliau tidak peduli yang disapanya tadi orang kaya maupun kalangan bawah tetap sama akan diperlakukan seperti itu. Dan satu tahun yang lalu beliau meninggal dunia. Karena akhlaknya yang sopan beliau dikenang masyarakat setempat.
            Contoh lainnya pada saat mendekati hari raya pasti akan banyak masyarakat yang berasal dari perantauan untuk pulang kembali ke kampung halaman setelah lama tinggal di perantauan ingin membeli transportasi yang lebih bagus dari yang ia punya sebelumnya. Mereka mengikuti tren dan gaya baru seiring berkembangnya sector industri dan teknologi transportasi terjadi perubahan juga dari “kebutuhan” menjadi “gaya hidup”. Seseorang enggan menggunakan angkutan kota dan lebih memilih berkendara sendiri dengan kendaraan pribadi karena lebih efisien dapat sampai ditempat tujuan tanpa harus berganti kendaraan. Selain itu kendaraan pribadi pasti akan memberi nilai lebih bagi pemiliknya. Mereka yang mempunyai kendaraan lebih bagus atau mewah dari pada yang lain maka akan berkedudukan diatas yang lainnya yang tidak mempunyai kendaraan yang lebih mewah darinya. Mewah tidaknya kendaraan dan banyaknya kendraan pribadi yang dimiliki menempatkan pemiliknya pada status sosial yang lebih tinggi.
            Terkadang masyarakat masih ada juga yang menganggap tamu datang kerumah menggunakan pakaian mencolok dan bergaya menggunakan kendaraan mewah disambut dengan sapaan hangat, ada kalanya seorang seorang tamu yang datang kerumah menggunakan baju sederhana dan hanya berjalan kaki saja tidak diperlakukan sama alias tidak disapa dengan ramah.
            Sekian berbagai contoh pelapisan sosial yang saya jumpai apabila ada salah kata maupun kekurangan saya pribadi mohon maaf wallahul muwafiq ila aqwamith thariq wassalamu’alaikum wr wb.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar