Rabu, 28 September 2016

Pengalaman Pribadi


Oleh : Fiska Rahmawati, NIM: 17101153054, HES III C

KAIDAH-KAIDAH SOSIAL

Kaidah
Contoh
Sanksi
Alasan
Kesusilaan
§  Dilarang Mencuri
§  Dilarang membolos
§  tidak terlambat ke kampus
§  tidak membayar pajak
§  tidak mendukung poskampling
§  Jujur dalam perkataan dan perbuatan
§  mengembalikan hutang
§  membantu orang lain
§  menghormati sesama manusia
§  meminta maaf bila melakukan kesalahan
§  menerima segala sesuatu harus dengan tangan kanan
§  berlaku adil terhadap sesama
Rasa bersalah dan penyesalan mendalam bagi pelanggarnya
Merupakan Aturan yang datang atau bersumber dari hati nurani manusia (insan kamil) tentang baik buruknya suatu perbuatan
 
Kesopanan
-       Santun terhadap guru
-        Bertutur kata yang baik
-        Hormat kepada ortu
-        Mengetuk pintu jika bertamu
-        Gotong royong untuk kepentingan bersama
-        Mengundang tetangga jika menyelenggarakan acara
-        Mempersilakan wanita duduk, jika bus atau kereta penuh
-        Orang muda harus menggunakan bahasa yang lebih halus jika berbicara dengan orang yang lebih tua
-        Tidak meludah di sembarang tempat
-        Memakai pakaian yang sopan
Tidak tegas, karena hanya diri sendiri yang merasakan (Merasa bersalah, malu, menyesal, dicemooh atau dikucilkan )
 
Peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan segolongan manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari
Norma kesopanan ini bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan dan waktu
 
Keagamaan
·      Tidak Sembahyang 5 waktu
·      Tidak Membayar Zakat
·      Menyakiti Anak Yatim
·      Tidak berpuasa ramadhan
·      Dilarang berbuat riba
·      Dilarang minum-minuman keras
·      Dilarang membunuh
·      Dilarang berbuat zina
·      Dilarang memfitnah
·      Dilarang mengoshob barang orang lain
Umumnya tidak langsung karena diberikan setelah meninggal dunia
 
Kaidah agama merupakan tuntutan hidup manusia untuk menuju ke arah yang lebih baik dan benar
Hukum
1.      Korupsi
 
 
2.      Pencemaran Nama Baik di Medsos
3.      Pelanggaran Iklan Rokok
4.      Membuang Sampah/Limbah Medis Sembarangan
5.      Penyebar Pornografi
6.      Pelajar Berkendara Tanpa SIM
7.      Mengganggu Ketertiban Umum
8.      Menggugat rumah makan yang melecehkan profesi
9.      Merasa dirugikan tetangga yang menyetel musik keras-keras
10.  Menggunakan merek terdaftar untuk display picture media sosial
11.  Menyebarkan Narkoba
1.      Dipenjara
2.      Denda
3.      Denda
4.      Denda atau penjara
5.      Maksimal pidana tiga bulan atau denda maksimal 25 juta rupiah
6.      kurungan empat bulan atau denda paling banyak 1.000.000
7.      Denda
8.      Denda/ penjara
9.      melaporkan polusi suara tersebut kepada kepala desa/lurah setempat
10.  denda
11.  penjara
1.      Hukuman mati denda penjara
2.      karena memalukan pihak yang bersangkutan
3.      Karena bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat, & sudah diatur dalam PP 19/2003
4.      menimbulkan pencemaran dan merusak lingkungan
5.      Dikarenakan banyak sisi negatifnya, sekaligus peraturan sudah tercantum pasal 14 ayat (3)
6.      termasuk melanggar lalulintas dan sudah diatur  dala pasal 281 UU No 22 Th 2009
7.      dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman
8.      Merugikan pihak yang bersangkutan
9.      karena merugikan jika timbul gangguan yang ditimbulkan tetap berlanjut anda dapat menempuh jalur hukum
10.  Karena tercantum dalam pasal 3 UU merek
11.  Menimbulkan generasi bangsa rusak akan moral
 
 
 
 
 

 

                                                  Pengalaman  Ta’zir           
            Assalamu’alaikum, langsung aja saya akan menceritakan sedikit pengalaman pertama nyantri. hmm mondok, dibilang tidak gaul tidak bisa melihat dunia luar. Jangan salah ya, kalau nyantri itu tidak hanya mampu melihat dunia luar bahkan akherat pun bisa. 
            Waktu itu saya sedang kelas XII, lagi aysik-asyiknya nonton tv di rumah yang walaupun kurang asik. Beberapa waktu yang semakin mendekati UAN saya meluncur untuk tholabul ilmi di pondok pesantren Tarbiyatul Falah 10.00 wib tiba-tiba terlintas dimata ada kata-kata dibalik gerbang yaitu selamat datang di pondok pesantren tarbiyatul falah. Merinding membacanya karena pertama belum punya teman, tapi itu tidak masalah buat saya, saya mulai mencari teman termasuk anak baru disitu ada tiga orang di kamar An-Nur adalah kamar pertama saya. tiga orang tersebut bernama Muna, Naila, Habibah yang terakhir saya sendiri. “Teman-teman ayo makan nasinya dan sayur sudah siap untuk dinikmati jangan hanya tidur saja” itulah kata-kata pertama yang aku kenang, yaitu celoteh anak yang sedang mengajak temannya untuk makan tapi temannya masih ada yang tidur, dari situ saya mulai kenal warga pondok, mulai nyaman tapi belum juga membuatku nyaman, tiap sore pasti terlintas orang tua dan kehidupan dirumah. Saya juga mempunyai teman luar pondok karena saya juga sekolah di samping pondok yang nota bene sekolah umum.
            Pertama saya mengaji bersama anak-anak yang baru mondok itu kelihatan canggung sih tapi lama kelamaan akan menjadi biasa. Kita mengaji bersama anak-anak santriwati dan 40 hari sudah kami lewati bersama sudah bisa dianggap mandiri dan pantas menjadi warga pondok pesantren tarbiyatul falah.
            Suasana setelah magrib sangat menakutkan “sing mau ra jamaah saiki maju”  wah ini saya termasuk, saat itu saya belum paham apa itu takziran, tiba-tiba saya dan teman-teman saya diutus membaca Qur’an dua juz dengan tartil dan berdiri dari jam 9 sampai 11. Cukup puas bagi anak baru seperti saya membaca ayat sebanyak itu, tapi tidak apalah yang penting bermanfaat pikirku saat itu. Belum lama ditakzir, tiba-tiba saya ditakzir lagi gara-gara membolos waktu mengaji kitab malah mengerjakan tugas sekolah di kamar. Takzirannya nglalar nadzom kitab didepan ndalem dan membersihkan tempat wudhu ditambah membuang sampah. Perasaan ketika melanggar pun takut, malu dan lain sebagainya.
            Akhirnya beberapa hari berjalan saya pun mulai disiplin dan tidak lagi melanggarnya, bahkan jarang absen kecuali kalau sedang pulang. Dipondok itu banyak kegiatan ada Khotmil quran, khitobah, al barjanji, mujahadah, lomba baca kitab dan lain sebagainya. Yang terkenang ialah khitobah karena khitobah sejenis ajaran ceramah di pondok. saya sudah pernah menjadi sasaran teman-teman waktu saya menjadi salah satu penyampaian isi khitobah. Disitu iman harus kuat bahkan harus kuat melebihi baja karena yang dilihat bukan hanya anak putri bahkan santri putra pun mengikuti kegiatan tersebut.
            Waktu berjalan, datanglah UAN, keesokan harinya ujian pun dimulai deg deg deg suara jantung berdetak sampai semua itu saya lalui bersama teman-teman dan alhamdulillah kita bisa lulus 100% .
            Dalam suasana pasca lulusan saya dihantui rasa bimbang ketika ditanya melanjutkan dimana mau melanjutkan mondoknya dan kuliah, akhirnya saya menemukan cahaya hati yang datang dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hidayah yang beralamat di Dsn Kudusan Desa Plosokandang RT: 03 RW: 03 Kedungwaru Tulungagung. Di pesantren al hidayah atau yang biasa disingkat PPTQ saya mulai kehidupan yang baru dimana semuanya terasa sangat asing.
            Pertama sampai disana waktu itu ba’da dhuhur, ternyata juga banyak santri yang dari luar kota. saya mulai beradaptasi dengan santri pptq yang notabene pondok salaf juga.
            Hari pertama masuk kuliah sangatlah menyenangkan berangkat jalan kaki bersama teman seangkatan dan kakak tingkat, sesampai di kampus pun juga ketemu dengan teman-teman baru dan dosen-dosen baru. Karena hidup di lingkungan pondok salaf, tidur pun harus lebih dari jam 11 kalau kurang dari jam 11 mungkin menjadi sasaran kegokilan anak-anak pondok, dalam dunia malam itu saya merasakan gemerlapnya pondok pada malam hari, suasana yang hening senyap tanpa ada kejahilan teman-teman, waktu yang cocok untuk mengungkapkan perasaan hati.
            Pelanggaran yang saya langgar termasuk melanggar kaidah keagamaan. Sebab saya menyalahi aturan yang berlaku dipondok. Selesai sudah pengalaman dari saya semoga bermanfaat. Bila ada tutur tulisan yang salah dan tidak berkenan dihati saya mohon maaf. Wassalamu’alaikum wr wb.

3 komentar:

  1. Gagasan Anda meloncat-loncat, tidak sistematis, antar paragraf sering tidak ada hubungannya, kadang tidak relevan.

    Mana yang Anda maksud dengan kaidah keagamaan yang Anda langgar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. o nggih bu, mohon maaf saya masih kebingungan dalam merangkai kata dan belum menyebutkan kaidahnya,saya melanggar tidak sholat berjamaah. bu, kalau dengan contoh kaidah yang saya tulis diatas apa juga masih belum benar nggih?

      Hapus
  2. Gagasan Anda meloncat-loncat, tidak sistematis, antar paragraf sering tidak ada hubungannya, kadang tidak relevan.

    Mana yang Anda maksud dengan kaidah keagamaan yang Anda langgar?

    BalasHapus