Rabu, 14 September 2016

Hegemoni

Hegemoni
Hegemoni dari bahasa Yunani Hegeisthai banyak digunakan oleh sosiolog. Hegemoni terjadi ketika masyarakat yang dikuasai oleh kelas yang dominan bersepakat dengan ideologi, gaya hidup dan cara perpikir dari kelas dominan sehingga kum tertindas tidak merasa ditindas oleh kelas yang berkuasa. Misalkan hegemoni budaya, hegemoni dalam iklan, hegemoni pemilu.
            Masyarakat sudah seharusnya bersiap-siap apabila menerima masuknya pengaruh budaya barat terhadap seluruh aspek kehidupan. Aspek kebudayaan menjadi isu penting globalisasi karena budaya pop (film, musik, pakaian dan sebagainya) membawa nilai-nilai dan ideologi barat seperti hiburan, gaya hidup modern dan sebagainya.

            Sempatkah kalian berpikir? mengapa hampir seluruh mahasiswa di kampus lebih senang menggunakan celana jeans, atau mengapa teman-teman malah lebih senang menghabiskan waktu dengan nonton di bioskop, ke tempat makan atau kuliner yang mewah-mewah yang harganya lebih mahal dua sampai empat kali lipat dari harga di warung pinggiran. Tidaklah timbulkah rasa heran di benak kalian mengapa sebagian besar penduduk dunia sangat menyukai ritual menonton sepak bola yang membutuhkan waktu ekstra dini hari yang akan mengurangi jatah tidur kita sebagai penikmat sepak bola tersebut. Menonton sepak bola sebenarnya membuang waktu. Hal ini pun juga termasuk budaya pop. Karena banyak diminati oleh masyarakat tanpa ada batasan.
            Budaya pop saat ini tidak hanya menjadi dominasi budaya barat, tetapi Asia juga mulai menunjukkan dengan menjadi budaya pop. Selain Jepang, band-band Korea pun juga menunjukkan  sebagai negara pengekspor budaya pop melalui tayangan hiburan. Hal ini sejalan dengan kemajuan industri  hiburan korea dan kestabilan ekonomi mereka.
            Contoh nyata hegemoni budaya pop korea adalah bergesernya penilaian selera mengenai pria idaman. Sebelum masuknya budaya pop Korea di Indonesia, masyarakat kita lebih senang dengan aktor hollywood yang macho. Namun, setelah masyarakat terutama anak-anak muda zaman sekarang mulai menggandrungi tayangan korea baik itu film, sinetron, maupun musik, mereka cenderung beralih menyukai pria dengan gaya imut, putih dan tinggi ala aktor Korea. Belum lagi pakaian ataupun produk-produk yang digunakan artis korea. Para artis korea kini menjadi ikon dan seolah semua yang digunakan ataupun yang dilakukan mereka ditiru oleh penggemar budaya pop.
            Globalisasi budaya pop ini berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Hegemoni yang berkembang di Indonesia sebenarnya sudah sangat meresahkan, terutama mengenai pola hidup remaja Indonesia saat ini yang kita lihat dalam lingkungan masyarakat kecil setempat, dimana ketika hegemoni budaya barat diberi label modern, maka di sanalah jutaan anak muda negeri mengikut. Terdapat istilah generasi hits yang berperilaku dan berbusana meniru system budaya yang dipraktikan budaya barat kebaratan. Bila remaja saat ini tidak menonton seperti sinetron maka bisa dianggap norak, kampungan, kudet, tidak modern. satu pemaknaan yang salah kaprah.
            “Tren” pastinya ada karena sebuah kebutuhan. Komunikasi visual pun tercipta sebagai ujung tombak kapitalis untuk menciptakan rasa “aku harus beli”. Sebuah pencitraan cantik itu haruslah memiliki kulit putih seperti perempuan barat pada umumnya, rambut pun harus bagus, mata yang menggoda haruslah yang berwarna biru atau hijau. Remaja indonesia akhirnya berlomba-lomba untuk mencitrakan dirinya sendiri dengan mengkopi perempuan-perempuan barat. Selain itu, di bidang ekonomi juga terjadi hegemoni di mana banyak bertebaran restoran-restoran ala barat seperti McDonald, Kentucky Fried Chiken, dan lain-lain. Masyarakat sekarang ini bila tidak makan di McD atau minum Coca-cola maka mereka dianggap kampungan alias ndeso
            Contoh hegemoni di Indonesia yang dilatarbelakangi media adalah penayangan sinetron yang berjudul Si Doel anak Betawi. Dalam sinetron tersebut terdapat karakter yang berasal dari budaya luar (jawa, china) tetapi peranannya kurang dan masih dalam konsep suku-suku atau budaya yang berasal dari jawa. Secara tak langsung sinetron ini mempengaruhi karakter penontonnya yang berasal dari budaya lain (non betawi) untuk berperilaku (ucapan, karakter) seperti si doel tadi.
            Hal ini akan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari dan menimbulkan faktor-faktor negatif bagi yang tidak bisa mengambil sisi positifnya untuk kehidupan masyaraka, terutama munculnya kebingungan masyarakat karena kehilangan orientasi dalam kehidupan yang makin kompleks. Masyarakat kesulitan mengambil keputusan atau menentukan pilihan dari tawaran yang makin banyak dan beragam, dari barang, jenis pekerjaan sampai gaya hidup. Sedangkan kondisi dimana setiap orang tidak tahu berada pada posisi dimana karena kompleksnya mikrokultur yang lahir karena gaya hidup global yang cepat menular. Dalam kondisi seperti itu, makin banyak warga masyarakat global yang semakin terpinggirkan oleh gegap gempita kehidupan yang kompetitif.
            Dapat dilihat saat ini bahwa hegemoni budaya barat lebih akrab dengan masyarakat Indonesia dan dengan sadar telah dipraktikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari seperti cara berpakaian, selera musik dan lainnya. Dari segi penggunaan bahasa juga, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang harus dikuasai oleh setiap orang. Bahasa Inggris juga merupakan syarat utama dalam lowongan pekerjaan. Secara tidak langsung Bahasa Inggris mendominasi serta memaksa kita untuk mempelajari Bahasa inggris.
            Contoh lain Pemilihan ketua BEM yang menjadi salah satu pemimpin yang mempunyai segudang prestasi, banyak para pengamat yang melihat bahwa semasa berada dibangku pendidikan ia sangat keras dalam memperjuangkan untuk dipilih sebagai ketua.  Ia sudah mulai menanamkan hegemoni keikutsertaan dalam partisipasinya. Ia akan memengaruhi sampai lemah   Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat dan mohon maaf jika saya kurang menguasai artikel mengenai hegemoni :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar