Hegemoni
Hegemoni dari
bahasa Yunani Hegeisthai banyak digunakan oleh sosiolog. Hegemoni terjadi
ketika masyarakat yang dikuasai oleh kelas yang dominan bersepakat dengan
ideologi, gaya hidup dan cara perpikir dari kelas dominan sehingga kum
tertindas tidak merasa ditindas oleh kelas yang berkuasa. Misalkan hegemoni
budaya, hegemoni dalam iklan, hegemoni pemilu.
Masyarakat sudah
seharusnya bersiap-siap apabila menerima masuknya pengaruh budaya barat
terhadap seluruh aspek kehidupan. Aspek kebudayaan menjadi isu penting
globalisasi karena budaya pop (film, musik, pakaian dan sebagainya) membawa
nilai-nilai dan ideologi barat seperti hiburan, gaya hidup modern dan
sebagainya.
Sempatkah kalian
berpikir? mengapa hampir seluruh mahasiswa di kampus lebih senang menggunakan
celana jeans, atau mengapa teman-teman malah lebih senang menghabiskan waktu
dengan nonton di bioskop, ke tempat makan atau kuliner yang mewah-mewah yang
harganya lebih mahal dua sampai empat kali lipat dari harga di warung pinggiran.
Tidaklah timbulkah rasa heran di benak kalian mengapa sebagian besar penduduk
dunia sangat menyukai ritual menonton sepak bola yang membutuhkan waktu ekstra
dini hari yang akan mengurangi jatah tidur kita sebagai penikmat sepak bola
tersebut. Menonton sepak bola sebenarnya membuang waktu. Hal ini pun juga
termasuk budaya pop. Karena banyak diminati oleh masyarakat tanpa ada batasan.
Budaya pop saat
ini tidak hanya menjadi dominasi budaya barat, tetapi Asia juga mulai
menunjukkan dengan menjadi budaya pop. Selain Jepang, band-band Korea pun juga
menunjukkan sebagai negara pengekspor
budaya pop melalui tayangan hiburan. Hal ini sejalan dengan kemajuan
industri hiburan korea dan kestabilan
ekonomi mereka.
Contoh nyata
hegemoni budaya pop korea adalah bergesernya penilaian selera mengenai pria
idaman. Sebelum masuknya budaya pop Korea di Indonesia, masyarakat kita lebih
senang dengan aktor hollywood yang macho. Namun, setelah masyarakat terutama
anak-anak muda zaman sekarang mulai menggandrungi tayangan korea baik itu film,
sinetron, maupun musik, mereka cenderung beralih menyukai pria dengan gaya
imut, putih dan tinggi ala aktor Korea. Belum lagi pakaian ataupun
produk-produk yang digunakan artis korea. Para artis korea kini menjadi ikon
dan seolah semua yang digunakan ataupun yang dilakukan mereka ditiru oleh
penggemar budaya pop.
Globalisasi budaya
pop ini berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Hegemoni
yang berkembang di Indonesia sebenarnya sudah sangat meresahkan, terutama
mengenai pola hidup remaja Indonesia saat ini yang kita lihat dalam lingkungan
masyarakat kecil setempat, dimana ketika hegemoni budaya barat diberi label
modern, maka di sanalah jutaan anak muda negeri mengikut. Terdapat istilah
generasi hits yang berperilaku dan berbusana meniru system budaya yang
dipraktikan budaya barat kebaratan. Bila remaja saat ini tidak menonton seperti
sinetron maka bisa dianggap norak, kampungan, kudet, tidak modern. satu
pemaknaan yang salah kaprah.
“Tren” pastinya
ada karena sebuah kebutuhan. Komunikasi visual pun tercipta sebagai ujung
tombak kapitalis untuk menciptakan rasa “aku harus beli”. Sebuah pencitraan cantik
itu haruslah memiliki kulit putih seperti perempuan barat pada umumnya, rambut
pun harus bagus, mata yang menggoda haruslah yang berwarna biru atau hijau.
Remaja indonesia akhirnya berlomba-lomba untuk mencitrakan dirinya sendiri
dengan mengkopi perempuan-perempuan barat. Selain itu, di bidang ekonomi juga
terjadi hegemoni di mana banyak bertebaran restoran-restoran ala barat seperti
McDonald, Kentucky Fried Chiken, dan lain-lain. Masyarakat sekarang ini bila
tidak makan di McD atau minum Coca-cola maka mereka dianggap kampungan alias
ndeso
Contoh hegemoni di
Indonesia yang dilatarbelakangi media adalah penayangan sinetron yang berjudul
Si Doel anak Betawi. Dalam sinetron tersebut terdapat karakter yang berasal
dari budaya luar (jawa, china) tetapi peranannya kurang dan masih dalam konsep
suku-suku atau budaya yang berasal dari jawa. Secara tak langsung sinetron ini
mempengaruhi karakter penontonnya yang berasal dari budaya lain (non betawi)
untuk berperilaku (ucapan, karakter) seperti si doel tadi.
Hal ini akan
sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari dan menimbulkan
faktor-faktor negatif bagi yang tidak bisa mengambil sisi positifnya untuk
kehidupan masyaraka, terutama munculnya kebingungan masyarakat karena
kehilangan orientasi dalam kehidupan yang makin kompleks. Masyarakat kesulitan
mengambil keputusan atau menentukan pilihan dari tawaran yang makin banyak dan
beragam, dari barang, jenis pekerjaan sampai gaya hidup. Sedangkan kondisi
dimana setiap orang tidak tahu berada pada posisi dimana karena kompleksnya
mikrokultur yang lahir karena gaya hidup global yang cepat menular. Dalam
kondisi seperti itu, makin banyak warga masyarakat global yang semakin
terpinggirkan oleh gegap gempita kehidupan yang kompetitif.
Dapat dilihat saat
ini bahwa hegemoni budaya barat lebih akrab dengan masyarakat Indonesia dan
dengan sadar telah dipraktikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari seperti
cara berpakaian, selera musik dan lainnya. Dari segi penggunaan bahasa juga,
bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang harus dikuasai
oleh setiap orang. Bahasa Inggris juga merupakan syarat utama dalam lowongan
pekerjaan. Secara tidak langsung Bahasa Inggris mendominasi serta memaksa kita
untuk mempelajari Bahasa inggris.
Contoh lain
Pemilihan ketua BEM yang menjadi salah satu pemimpin yang mempunyai segudang
prestasi, banyak para pengamat yang melihat bahwa semasa berada dibangku
pendidikan ia sangat keras dalam memperjuangkan untuk dipilih sebagai ketua. Ia sudah mulai menanamkan hegemoni keikutsertaan
dalam partisipasinya. Ia akan memengaruhi sampai lemah Sekian
artikel dari saya semoga bermanfaat dan mohon maaf jika saya kurang menguasai
artikel mengenai hegemoni :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar